Minggu, 07 Agustus 2016

Mujarabnya Doa Bukan Hanya Dari Sisi Lafaznya❗

Berkata Ibnul Qoyyim Rohimahullah Ta'ala :


وكثيرا ما تجد أدعية دعا بها قوم فاستجيب لهم، فيكون قد اقترن بالدعاء ضرورة صاحبه وإقباله على الله، أو حسنة تقدمت منه جعل الله سبحانه إجابة دعوته شكرا لحسنته، أو صادف وقت إجابة، ونحو ذلك، فأجيبت دعوته، فيظن الظان أن السر في لفظ ذلك الدعاء فيأخذه مجردا عن تلك الأمور التي قارنته من ذلك الداعي، وهذا كما إذا استعمل رجل دواء نافعا في الوقت الذي ينبغي استعماله على الوجه الذي ينبغي، فانتفع به، فظن غيره أن استعمال هذا الدواء بمجرده كاف في حصول المطلوب، كان غالطا، وهذا موضع يغلط فيه كثير من الناس.

"🔷Dan kebanyakan apa yang engkau dapati dari doa-doa yang dibaca oleh beberapa kaum dan ternyata doa-doa mereka tersebut dikabulkan.

Padahal doa tersebut beriringan dengan
🔹Keadaan darurat dari orang yang berdoa dan

🔹Ia menghadapkan jiwanya pada Allah

🔹Atau ada kebaikan yang mendahului doa tersebut lalu Allah menjadikan pengabulan doa tersebut sebagai rasa syukur atas kebaikannya.

🔹Atau doanya bertepatan dengan waktu terkabulnya doa.

Atau yang semisal dengan itu sehingga doanya dikabulkan.

▪️Namun orang-orang menduga bahwa rahasia terkabulnya doa ada pada lafaz doanya sehingga  ia menggunakan lafaz tersebut saja tanpa memperhatikan hal-hal diatas yang beriringan dengan doa.

🔻Hal ini sama dengan seseorang yang menggunakan sebuah obat yang mujarab pada waktu yang tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka obat tersebut memberikan manfaat baginya.

🔸Namun orang lain mengira bahwa dengan semata-mata menggunakan obat tersebut cukup untuk meraih apa yang ia inginkan(kesembuhan)

🔴Hal ini merupakan kesalahan, dan tempat dimana kebanyakan manusia salah padanya...

📚 Al Jawabul Kaafy hal 15

📄Alih bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah

-------------------------

  Channel Telegram UI
         http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
            [Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com

Rabu, 11 Mei 2016

HUKUM DOA BERJAMAAH DI AKHIR MAJELIS

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah 

 Pertanyaan: Sebagian orang berkumpul untuk mengucapkan dzikir, dan di akhirnya mereka melakukan doa berjamaaah dengan cara salah satu orang berdoa sedangkan yang lainnya mengaminkan. Benarkah hal ini?

 Jawaban: Hal ini benar jika tidak dijadikan adat. Karena jika dijadikan adat maka menjadi sunnah padahal bukan sunnah. Sehingga jika hal ini adat yakni setiap kali bermajelis, mereka tutup dengan doa, maka hal ini perkara yang diadakan alias bidah yang tidak kami mengetahuinya diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Namun jika terkadang dilakukan seperti lewat terhadap mereka ancaman atau memberi motivasi, maka tidak masalah. Karena ada perbedaan antara sesuatu yang sifatnya permanen dan yang sementara. Sesuatu yang sifatnya sementara terkadang dilakukan seseorang dan tidak dicela atasnya. Sebagaimana Ar-Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terkadang sebagian sahabat shalat berjamaah bersama Beliau dalam shalat malam, meskipun demikian bukanlah sunnah seseorang shalat berjamaah dalam.shalat malam kecuali kadang-kadang.

 Liqa' al-Bab al-Maftuh 117

 حكم الدعاء الجماعي آخر المجلس السؤال: بعض الناس يجتمعون على حديث ذكر, وفي النهاية يقومون بدعاء جماعي واحد يدعو والبقية يقولون: آمين, هل هذا صحيح؟الجواب: هذا صحيح إذا لم يتخذ عادة, فإن اتخذ عادة صار سنة, وهو ليس بسنة, فإذا كان هذا عادة كلما جلسوا ختموا بالدعاء، فهذا بدعة لا نعلمها عن النبي عليه الصلاة والسلام, وأما إذا كان أحياناً كأن يمر بهم وعيد أو ترغيب ثم يدعون الله عز وجل فلا بأس, لأنه فرق بين الشيء الراتب والعارض, العارض قد يفعله الإنسان أحياناً ولا يلام عليه, كما كان الرسول عليه الصلاة والسلام أحياناً يصلي معه بعض الصحابة في صلاة الليل جماعة, ومع ذلك ليس بسنة أن يصلي الإنسان جماعة في صلاة الليل إلا أحياناً.